November 16, 2010

Belajar dari merpati

Posted in Puisi pada 3:31 am oleh persadaarihta

Merpati adalah burung yg tidak pernah mendua hati.

Coba perhatikan, apakah αdα burung merpati yg suka ganti² pasangan ? “Tidak” Pasangannya cukup 1 seumur hidupnya.

Merpati adalah burung yg tahu kemana dia harus pulang. Betapapun terbang jauh, dia tidak pernah tersesat untuk pulang. Adakah burung merpati yg pulang ke rumah lain ? “Tidak”

Merpati adalah burung yg romantis. Coba perhatikan ketika sang jantan bertalu-talu memberikan pujian, sementara sang betina tertunduk malu. Pernahkah dilihat mereka saling mencaci ? “Tidak”

Burung merpati tahu bagaimana pentingnya bekerja sama. Coba perhatikan ketika mereka bekerja sama membuat sarang. Sang jantan & betina saling silih berganti membawa ranting untuk sarang anak² mereka. Apabila sang betina mengerami, sang jantan berjaga diluar kandang. Apabila sang betina kelelahan, sang jantan gantian mengerami. Pernahkah kita melihat mereka saling melempar pekerjaannya ? “Tidak”

Merpati adalah burung yg tidak mempunyai empedu, ia tidak menyimpan kepahitan sehingga tidak pernah menyimpan dendam.

Sudahkah kita setia, menghargai & memaafkan pasangan kita ?

Jika seekor burung merpati bisa melakukannya, mengapa kita tidak bisa ?

Hidup itu indah jika kita saling mengerti, berbagi & menghargai..

4 Komentar »

  1. yoelasmada said,

    andaiii… manusia didalam dunia ini semua memiliki sifat seperti burung merpati….. tak akan ditemukan orang-orang sengsara, tak kan ada derita, hanyalah ada kedamaian, saling berbagi dan memahami Kasih yg sesungguhnya….
    I like it.

  2. tiaraaudia said,

    Keren😀

  3. Hangga Ady said,

    Tapi sayangnya burung-burung itu tidak ada rasa sosialnya hehe. Mereka seneng sendiri aja, di dunianya sendiri aja, berkicau pagi sampai sore, makan tidur dll tanpa ada kepedeulian kepada sesama atau lingkungan sosialnya, gimana itu Mas?? :p

    • persadaarihta said,

      burung ga bisa ngomong dengan manusia kali mas, hanay bisa memahami. Sama seperti manusia ga bisa ngomong dengan burung, hanya bisa memahami burung saja…
      kalo sudah begitu, siapa yang tidak peduli… manusia atau burung….🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: