Maret 17, 2010

PNS Tidak Cocok Untuk …

Posted in Uncategorized pada 1:47 am oleh persadaarihta

PNS Tidak Cocok Untuk …
by Romi Satria Wahono

Menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), bagi sebagian orang Indonesia
adalah sebuah dambaan, meskipun bagi sebagian lagi yang lain mungkin
keengganan. Menjadi dambaan banyak orang sehingga antrean pengambil
formulir pendaftaran CPNS selalu membludak setiap tahun. Orang
merelakan apapun yang dia miliki untuk menjadi seorang PNS, baik uang
puluhan juta rupiah, harga diri, dsb. Meskipun sudah ada upaya dari
pemerintah untuk memperbaiki masalah rekrutmen PNS, baik melalui
hukuman dan perbaikan sistem, tapi tetap saja masalah sogok, suap,
atau apalah namanya adalah fakta yang terjadi di masyarakat.

Alhamdulillah saya tidak perlu melewati itu semua, karena kebetulan
saya menjadi PNS bukan lewat jalur penerimaan biasa, tapi lewat
beasiswa sekolah luar negeri dalam program STAID (sebelumnya bernama
OFP dan STMDP) yang diinisiasi pak Habibie. Well, meskipun saya tidak
pernah bercita-cita menjadi PNS, saya harus ikhlas melaksanakan
perjanjian yang dulu saya buat sebelum berangkat ke Jepang. Dan secara
dewasa saya harus mengakui bahwa ini adalah jalur jalan kehidupan
saya, paling tidak sampai ikatan dinas 2n+1 saya berakhir😉

Jujur, saat ini saya merasa fatique, penat dan bosan dengan kehidupan
saya sebagai PNS. Mohon maaf bagi rekan-rekan saya sesama PNS, sekali
lagi saya tidak bermasalah dengan anda semua, saya cinta anda semua
dan sedang berdjoeang seperti anda-anda semua😉 Yang saya penatkan
adalah behavior, sistem dan birokrasi yang ada di dalam institusi
pemerintah. Biasanya yang menentramkan saya adalah sahabat saya yang
lagi nongkrong di jerman, yaitu Made Wiryana yang sering mengatakan
bahwa, yang paling gampang itu memang kalau kita memilih berdjoeang di
luar, bebas dan tidak terikat. Penghargaan yang besar kepada
rekan-rekan yang memilih berdjoeang di dalam institusi pemerintah,
membuat inovasi serta perbaikan dari dalam.

Nah saya ingin menshare suatu ide, pandangan dan referensi sebelum
saudara-saudara saya tercinta di seluruh Indonesia memilih untuk
menjadi PNS. Tentu yang saya sampaikan ini masih bersifat subjektif,
masih hanya analisa di satu atau dua institusi pemerintah, dan perlu
satu langkah diskusi, survey atau penelitian yang komprehensif sebagai
upaya objetifikasi ide. Poin-poin yang saya sampaikan di bawah juga
masih bisa ditambahi, dikurangi, dihapus atau bahkan diturunkan kalau
muncul desakan di sana sini😉 Mudah-mudahan ide ini bisa jadi
gambaran sehingga tidak ada lagi orang yang salah jalan menempuh jalan
terjal dan mendaki menjadi PNS, padahal itu sebenarnya tidak cocok
untuk dirinya.

Jadi menurut saya, sekali lagi “menurut saya”, PNS tidak cocok untuk
orang-orang seperti di bawah:

1.

Orang yang ingin melakukan perubahan, perbaikan, membuat inovasi
baru dan berharap itu akan terimplementasikan dalam waktu cepat.
Perubahan, perbaikan berjalan lambat karena sistem (baik dalam
konotasi baik maupun buruk😉 ) sudah berjalan sangat lama dan turun
temurun. Anda mau nekat? anak kemarin sore dan pahlawan kesiangan
adalah gelar abadi anda😦
2.

Orang yang tidak suka melihat uang dan anggaran dipermainkan,
diputar-putar dan dipatgulipat. Orang yang memandang bahwa permainan
anggaran, permainan perencanaan kegiatan adalah kegiatan yang salah,
penuh dosa dan akan mendapatkan balasan setimpal di akherat kelak.
Perlu dicatat juga bahwa banyak juga ”PNS lurus” yang tidak menyadari
bahwa beberapa fasilitas dan honor yang diterima adalah hasil subsidi
silang dari kesemrawutan anggaran dan realisasinya.
3.

Orang yang tidak suka sesuatu berjalan tidak sesuai dengan
rencana atau anggaran yang jauh-jauh hari telah ditetapkan. Dalam
rencana anggaran tertulis beli komputer Rp. 20 juta, ternyata harga
sebenarnya hanya Rp. 5 juta, dan akhirnya sisanya dipakai untuk
keperluan lain yang di luar rencana (honor, tunjangan, beras atau
minyak goreng untuk karyawan).
4.

Orang yang tidak tega memalak teman-temannya yang menjadi
rekanan bisnis institusinya, dengan meminta kuitansi seharga Rp. 50
juta, padahal nilai pengadaan barang/jasa sebenarnya hanya seharga Rp.
25 juta. Si rekanan bisnis ini karena marginnya kecil, jadi ngemplang
pajak, karena memang dia tidak menerima duwit sebesar itu.
Perusahaannya bangkrut karena nggak kuat bayar pajak, akhirnya dia
buat perusahaan lagi dan ngurus jadi rekanan lagi. Muter-muter terus
coi …😦
5.

Anak muda yang cerdas, berwawasan dan bisa mengeluarkan dan
merangkumkan ide (pendapat) yang lebih brilian dan strategis daripada
eselon diatasnya (eselon 4, 3, 2, 1) atau bahkan seorang menteri. Si
anak muda ini ketika bertemu dengan bos yang tidak tepat akan disebut
bahwa idenya terlalu strategis dan kurang tepat dengan golongannya
yang rendah dan cocok untuk permasalahan teknis😉
6.

Orang yang tidak suka dirinya dan hasil kerjanya dinilai hanya
dari absensi. Atau lebih lagi bagi orang yang tidak bisa kerja kalau
sebelum kerja harus njeglok mesin absensi😉 Apa yang anda perbuat,
membuat proposal setebal kamus oxford, kerja lembur sampai subuh,
membuat kerjasama dengan institusi atau organisasi di luar negeri,
atau mengharumkan nama institusi karena anda berprestasi di luar,
semua tidak akan dipandang kalau absensi anda jeblog. Kalau anda
protes, maka anda akan diminta membaca UU No 43 Tahun 1999 tentang
Pokok-Pokok Kepegawaian dan PP No 30 tahun 1980 tentang Peraturan
Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Kalau perlu bacanya sambil nyungsep di
laut saja mas …😦
7.

Orang yang merasa kurang apabila bekerja sehari hanya 4 jam.
Karena kemungkinan anda akan datang jam 8 pagi, njeglok absen, sarapan
pagi sambil ngobrol sampai jam 10. Istirahat siang jam 12, kembali ke
kantor jam 13:15, dan adzan sholat ashar jam 15:15 merupakan bel
pulang kantor.
8.

Orang yang memiliki jiwa enterpreneur dan selalu melihat segala
peluang sebagai peluang yang kemungkinan bisa menjadi bisnis. Ketika
jiwa enterpreneur ini diimplementasikan di tempat yang tepat hasilnya
akan positif, tetapi apabila diimplementasikan di institusi pemerintah
tempat bekerja, bisa jadi sumber korupsi yang maha dahsyat dan
mengerikan. Orang ini diharapkan ketika melihat berjubelnya
pendaftaran PNS dan mendengar keluhan 4 juta PNS di Indonesia tentang
gaji mereka yang rendah selalu berpikir untuk mempunyai perusahaan dan
bisa membuka lapangan kerja baru bagi 4 juta orang di Indonesia.
Mungkin posisi itu lebih tepat.

Saya yakin bahwa sebagai anak bangsa, baik posisi kita ada di dalam
maupun di luar institusi pemerintah, kita ingin dan sama-sama
berdjoeang membuat republik kita ini lebih baik, lebih maju, lebih
sejahtera dan disegani bangsa-bangsa lain. Seperti yang sudah saya
sitir diatas, kadang PNS bukanlah pelaku, tetapi sebenarnya juga
menjadi korban. Masih banyak “PNS-PNS lurus” yang siap melakukan
perbaikan di negeri ini. Mari kita melakukan perbaikan semampu kita,
baik dengan lisan, hati maupun dengan tangan. Dan jangan lupa untuk
mensyukuri segala nikmat dan keadaan yang sudah Allah berikan kepada
kita.

Wallahualam bisshawab.

Sumber : http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: