Desember 28, 2009

Milan – Inter Rivalitas

Posted in Milan pada 1:35 am oleh persadaarihta

Awalnya tidak ada Inter dan Milan. Yang ada hanya Milan, klub yang didirikan
Alfred Edwards pada 16 Desember 1899. Pada tahun 1908 timbul perpecahan.
Sekelompok orang Italia dan Swiss, yang menjadi pengurus klub, tidak senang
melihat dominasi pemain asal Italia di dalam skuad I Rossoneri. Mereka
ingin klubnya menerima lebih banyak stranieri alias pemain asing. Pendapat
itu ditolak Milan. Akibatnya, para pemberontak ini memisahkan diri dan
membentuk Inter. Rivalitas muncul dan terasa panas karena Milan menganggap
Inter adalah pengkhianat. Sebaliknya, Inter juga selalu berusaha menjadi
oposisi yang berseberangan dengan Milan.

I Nerazzurri memilih kostum berwarna biru, yang dikenal sebagai anti-merah,
warna seragam Milan. Sesuai dengan sejarah, Inter sampai sekarang didominasi
oleh stranieri. Sebaliknya, Milan masih punya sejumlah Italiano penentu.
Ketika Milan memiliki trio Belanda, Ruud Gullit-Marco van Basten-Frank
Rijkaard, Inter langsung menandingi dengan trio Jerman: Andreas
Brehme-Lothar Matthaeus-Juergen Klinsmann. Ini jelas indikasi persaingan
karena di era 1980 dan 1990-an, Belanda-Jerman adalah dua musuh bebuyutan.
Karena rivalitas ini, derby della Madonnina menjadi sebuah partai yang seru.
Nama Madonnina sendiri diambil dari salah satu landmark utama kota Milano,
yaitu patung Bunda Maria di atas Katedral Milano, yang biasa disebut
Madonnina.

Persaingan antara Inter dan Milan bahkan pernah meracuni tim nasional
Italia. Di era keemasan Sandro Mazzola di Inter dan Gianni Rivera di Milan,
mereka nyaris tak pernah main bareng di tim nasional. Kalau Mazzola main,
Rivera cadangan. Begitu pula sebaliknya. Terkadang, dua pemain ini saling
menggantikan di tengah pertandingan. Kekalahan Italia dari Brasil di Piala
Dunia 1970 disebut-sebut karena rivalitas ini. Mazzola menjadi starter dan
Rivera baru masuk di menit ke-88, padahal skill individu Rivera dipandang
mampu menyulitkan Brasil.

*Beda Gaya*

Rivalitas Mazzola-Rivera, yang menjadi simbol persaingan antara Inter dan
Milan, akhirnya terbawa sampai sekarang dalam bentuk perbedaan karakter
permainan kedua tim.

Mazzola adalah produk Helenio Herrera, pelatih Inter di era 1960-an yang
dikenal sebagai penemu catenaccio atau pertahanan gerendel. Sebaliknya,
Rivera dibentuk oleh Nereo Rocco, pelatih yang mementingkan sepakbola indah
kendati ia juga sedikit menganut taktik catenaccio. Inter di tangan Herrera
dikenal sebagai La Grande, tim terbaik yang pernah dimiliki La Beneamata.
Wajar apabila karakter permainan Inter selalu dikaitkan dengan tim tersebut.
Citra Inter sebagai tim pengusung catenaccio terpatri sampai sekarang. Di
lain pihak, Milan memuja sepakbola indah. Karakter itu kian jelas setelah
Silvio Berlusconi menjadi presiden. Milan selalu mencoba mengumpulkan pemain
terbaik dengan harapan mereka menghadirkan sepakbola indah.

*Sumber : http://www.bolanews.com/edisi-cetak/italia.htm*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: