Desember 3, 2009

A rush of blood to the head…

Posted in Puisi pada 12:04 pm oleh persadaarihta

Dah dua hari ini makan di tenda biru, ngeliat cewe manis… Dah beberapa kali membulatkan tekad untuk kenalan tapi begitu cewenya dah di depan mata diam seribu bahasa. Begitu dia beranjak pergi langsung merasa ada sesuatu yag hilang, rasanya seperti kebakaran jenggot.. ko cowo kaya gitu yah, cemen bener…

Tuh cewe dah tau kali ya mo dideketin, terus minta kenalan, tapi ko nih cowo ga jadi-jadi (dalam hati si cewe). Penakut nih cowo, apa pemalu, tapi ko malu-maluin…

Ada sesuatu dalam diriku yang menghalangi aku untuk maju. Aku merasa takut semua wanita nanti akan seperti yang lalu-lau… Tidak bisa menerima diriku apa adanya, dan perasaan itu yang belum bisa aku hilangkan. Aku takut keluargaku terluka lagi, aku takut temanku terluka lagi, tapi yang paling aku takutkan, aku takut aku terluka lagi…

Bukan masalah terlukanya yang aku takutkan, tapi masalah terluka karena apanya… aku yakin bisa menaklukan wanita yang aku inginkan, aku sangat yakin bisa membuat nya jatuh cinta kepadaku, tapi aku tidak yakin kalo dia dan keluarganya bisa menerima ku dengan latar belakangku… Hal itulah yang aku takutkan, terluka karena takdirku…

Nice word, terluka karena takdirku… Temenku berkata, ga ada yang salah rie, lo harus bisa hidup dengan takdir elo… well, he’s right,  i have to life with my destiny…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: