November 16, 2009

dinamis 1-2-1

Posted in Uncategorized pada 12:40 am oleh persadaarihta

Dalam kesempatan kali ini, saya coba berbagi atas apa yang pernah saya dapat selama bergelut dengan dunia futsal.

FYI, pengetahuan futsal kita sangat tertinggal dibandingkan dengan negara eropa ataupun latin. Dimana hal ini pernah diutarakan oleh mantan kiper timnas futsal Spain Ricardo Jimenez pada kunjungannya ke Indonesia medio Juni 2006, futsal Indonesia tertinggal 20 tahun. Ini yang membuat saya begitu tertantang untuk mengetahui sejauh mana sih negara kita tertinggal. Secara teknik dasar, kita masih cenderung menggunakan teknik bermain sepakbola konvensional. Dan biasanya pemain yang kurang cemerlang di karir sepakbola mereka baru beralih ke futsal. Hal ini sangat bertolak belakang dengan pemikiran dan pelaksanaan di negara latin. Dimana futsal justru menjadi basic untuk pemain usia 6-12 tahun, karena futsal merupakan permainan yang mengasah skill individu dan kecepatan dalam mengambil keputusan, nah begitu masuk usia 12 tahun mereka diberikan pilihan ingin tetap bermain futsal atau memilih sebagai pesepakbola pro. Seperti halnya ronaldo, pato, ronaldinho, mereka anak futsal bo’….

Untuk kali ini saya tidak akan membahas soal teknik dasar, melainkan “pembuktian” bahwa negara kita tertinggal jauh soal tactical.. Dalam link yang akan saya berikan dibawah nanti, kita akan melihat Final FIFA Futsal World Cup 1989, antara Brazil vs Belanda. Brazil memainkan tactic 1-2-1 dynamic dengan gerak lanjutan/finishing yang memerlukan koordinasi gerak 3 pemain depan (2wing dan 1 pivot). Bola dipegang pemain terakhir sembari membaca posisi lawan. Bola dipassing ke kiri Pemain kiri melakukan penetrasi (seakan mengancam), lalu mengembalikan bola ke pemain belakang..

NAH (disini point2nya) Saat bola berjalan ke pemain tengah. Pemain kiri masuk ketengah, diikuti dengan gerakan pemain kanan cross ke kiri pemain tengah kekiri Ini dilakukan berbarengan. Dan jangan lupa, pemain kiri itu juga melakukan blocking terhadap pengawal pemain kanan. Sehingga pemain kanan benar2 lepas alias kosong.. Kemudian, Belanda menggunakan man to man di zona sendiri..

Lalu kita bandingkan dengan timnas futsal indonesia, Tahun 2005 saat AFC Vietnam, Indonesia masih menggunakan konsep “STATIS” defence Zona marking 1-2-1 statis. Dan ini masih sangat kuno. -sesungguhnya kita masih tertinggal- nih linknya: http://www.youtube.com/watch?v=q8PZMxF2FKQ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: