Oktober 30, 2009

Posted in Uncategorized pada 10:06 am oleh persadaarihta

Lagi strees nih… lagi-lagi dia membuat pernyataan yang bikin gw ga abis pikir… emang aku sudah tidak ada di pikirannya lagi apa… tapi kenapa tetap memanggil ku sayang….

Sempet tadi blank beberapa saat… pikiran ga jernih, kalut, serasa pala mo pecah… Hati rasanya terbakar, sempet tadi kesel banget sampe ngejoditin kepala ke tembok. Bukan untuk menyakiti diri sendiri tapi mencoba untuk menghilangkan rasa pening di kepala ini…

Rasanya lebih baik aku mati saja… pengen tidur biar ga mikir apa2 dan terbangun seratus tahun lagi… sehingga kenangan semua dengannya bisa terhapus perlahan.  Pengen rasanya loncat dari ketinggian yang tak terhingga, sehingga rasa ini hilang karena ketakutan. Mungkin jika ditabrak mobil, lalu sekarat lebih baik dari pada rasa yg sekarang aku rasakan.

Dunia ini memang fana, mungkin saya berjihad saja dengan bunuh diri, tapi bukan untuk menyakiti orang lain. Toh paling ga ada yang peduli. Neraka-neraka deh… apa jadi penjahat aja, sehingga orang2 memusuhiku, bahkan dia akan memusuhiku. Tapi saya tak akan menyakiti orang lain karena jika aku menyakiti orang lai maka aku akan sama dengan dia…

Biarlah aku yang selalu tersakiti asal jangan diri nya yang tersakiti… Biarlah aku menanggung rasa sakit ini asal jangan dia. Ternyata aku masih belum bisa  melupakannya. meskipun dia menyakiti ku terus tapi hati ini tidak bisa berbohong. Dia tetap pujaan hatiku, dia adalah nafasku, dia adalah segalannya untukku… Aku tidak rela jika sampai di tersakiti… biarlah cinta ini bertepuk sebelah tangan… yang penting adalah kebahagiannya.

Saat ini aku bahkan tak mampu untuk berdoa demi diriku sendiri. Doa ku hanya untuknya dan keluarga… Biarlah ku panjatkan doa ini semoga dia selalu mendapatkan yang terbaik… aku bahkan tak mampu untuk menggerakkan bibir untuk berdoa demi diriku…

Saat aku menulis ini aku baru tersadar, kalo aku sangat mencintainya… dan aku sadar bahwa memang aku lah yang pantas untuk disakiti, bukan dia… kalo dia yang tersakiti maka aku juga tersakiti… Betapa bodohnya aku… Maaf kan aku sayangku, kau berhak menyakitiku.. sakiti lah aku sesuka mu yang terpentig kau bahagia…

Atas dasar apapun aku seharusnya tidak boleh mengeluh jika disakiti olehnya. Astagfirrullah, ternyata aku masih memikirkan diriku… salah kah aku memikirkan tentangku diriku…  Aku mo berjanji untuk tidak mengeluh kembali jika disakiti olehnya, namun aku hanya lah manusia biasa, aku takut tidak bisa menepati janjiku untuk mengeluh…

Irmi Rianty dengan ini aku…. aku… aku…

Mohon maaf aku tidak bisa melanjutkan tulisan ini… biarlah kata2 diatas ini aku yang tahu dan hanya Allah yang mengerti….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: