Oktober 2, 2009

pengen tau arti full pressed body di Kijang malah dapet ini…

Posted in Uncategorized pada 7:31 am oleh persadaarihta

Ulang tahun tak hanya dimiliki oleh manusia. Sebuah ideologi bernama Pancasila juga memiliki tanggal lahir. Sebagai sebuah kota, Jakarta pun memiliki hari jadi. Kali ini, ulang tahun peluncuran pertama sebuah kendaraan pun diperingati.

Produk otomotif itu adalah Toyota Kijang yang dirilis pertama kali pada 9 Juni 1977.

Kijang adalah sebuah fenomena sekaligus legenda yang layak disimak perjalanan debutnya. Bagaimana sebenarnya kendaraan ini lahir dan bertahan hingga sekarang?

30 Tahun sudah umur kendaraan keluarga yang cikal bakalnya bermula dari respons Toyota terhadap dorongan pemerintah untuk mengembangkan kendaraan bermotor niaga sederhana (KBNS) di era tahun 70-an.

Saat itu, Toyota memosisikan Kijang sebagai kendaraan serbaguna dengan harga yang terjangkau untuk sebagian lapisan masyarakat. Dengan tampilan pikap, generasi pertamanya (1977-1980) Kijang menggunakan engine 3K 1.200 cc. Sama dengan yang digunakan sedan Corolla kala itu.

Agar dapat dilepas dengan harga terjangkau, desain Kijang ‘sulung’ sangat sederhana. Sebagian orang menyebutnya sebagai Kijang Buaya karena jika kap mesinnya dibuka mirip seperti binatang itu.

Generasi kedua yang lahir pada 1981, hadir dengan mesin yang lebih besar yaitu tipe 4K 1.300 cc. Bahkan pada 1986, kapasitasnya dinaikkan menjadi 1.500 cc dengan beberapa perubahan tampilan di bagian interior. Industri karoseri banyak berperan di era Kijang ‘Doyok’ ini.

Pada 1986, dirilis generasi ketiga yang ditandai dengan perubahan drastis pada bodi kendaraan yang sudah menggunakan teknologi yang disebut sebagai Toyota Original Body atau yang lebih populer dengan full pressed body. Pada masa ini (1986-1996), masyarakat mengenal Kijang Super dan Kijang Grand (1992-1996) dengan kualitas struktur bodi setara sedan dan bebas dempul.

Penyempurnaan

Penyempunaan teknologi bodi pada Kijang generasi ketiga ini membuat banyak industri karoseri mulai terpinggirkan. Tapi di sisi lain Toyota tak mau berhenti berinovasi. Mesin pun disempurnakan dengan dapur pacu menjadi 1.800 cc pada 1996 berikut adanya pilihan Kijang bodi panjang (long) dan yang pendek (short).

Pada 1997-2004, Kijang tampil tak lagi kotak, tapi sudah bulat. Orang menyebutnya sebagai Kijang Kapsul. Penyempurnaan pada mesin dan performa juga terus terjadi. Pada masa ini lahir Kijang bertransmisi otomatis dan Kijang diesel. Muncul juga varian mewah Krista dan varian sporti Rangga.
Penjualan Toyota Kijang 5 tahun terakhir (unit)
Keterangan 2002 2003 2004 2005 2006 2007 (s/d Apr)
Per tahun 64.894 74.258 63.710 82.950 38.992 10.759
Kumulatif 931.278 1.005.536 1.069.246 1.152.196 1.191.188 1.201.947

Ekspor Kijang (unit) *
Keterangan 2002 2003 2004 2005 2006
Per tahun 180 145 2.000 5.422 5.187
Kumulatif 9.272 9.417 11.417 16.839 22.026

Sumber: PT Toyota Astra Motor (TAM)
*) Ekspor Kijang dimulai pada 1986

Waktu terus berjalan, Kijang terus bermetamorfosis. Pada awal milenium, mesin Kijang 1.800 cc sudah dilengkapi dengan sistem EFI (electronic fuel injection) disusul Kijang 2.000 cc EFI.

Generasi terkini adalah Kijang Innova yang lahir pada 2004 melalui rahim sebuah proyek global Toyota bernama IMV. Kijang pun berubah bentuk menjadi mobil berorientasi ekspor dengan mesin 1TR-FE berteknologi VVT-i didukung fitur dan teknologi canggih a.l. teknologi throttle by wire demi efisiensi bahan bakar, fasilitas pengereman ABS-EBD-BA.

Toyota sebenaranya mengekspor Kijang sejak 1986 dengan volume di bawah sekitar 200 unit per tahun. Namun, angka ini melonjak menjadi 2.000 unit pada awal lahirnya Kijang Innova pada 2004, terus meningkat menjadi 5.422 unit pada 2005, dan 5.187 unit pada tahun lalu.

Sayangnya, kelahiran Kijang Innova di pasar domestik pada 2004 menjadi awal ‘matinya’ merek Kijang di pasar ekspor. Pasalnya, Toyota tak lagi menggunakan nama Kijang untuk pasarnya di luar negeri. Cukup Innova.

Kata yang berdekatan dengan innovation dalam bahasa Inggris ini mungkin dianggap oleh Toyota lebih ‘mengglobal’ dibandingkan Kijang, nama lahir kendaraan yang membuat Toyota berjaya di negeri ini.

Kini kembali ke Tanah Air. Kijang sebenarnya bukanlah satu-satunya mobil Toyota yang melegenda. Keberadaan sedan Corolla juga tak kalah berjaya. Seandainya sedan ini bisa bicara, tentu dia akan menuntut perlakuan yang sama sebagai sesama produk yang lahir dari rahim Toyota. Perayaan hari ulang tahun secara besar-besaran seperti yang diterima Kijang di usianya ke-30, pada 9 Juni lalu.

Kontribusi

Hanya saja harus diakui, kontribusi Kijang terhadap penjualan Toyota memang lebih besar dengan total produksi telah mencapai 1,25 juta unit, di mana lebih dari 1,2 juta unit untuk pasar dalam negeri. Kijang pun layak mendapat reward.

Di tengah pasar yang sedang menggeliat saat ini, perayaan HUT sebuah kendaraan oleh Toyota bukanlah tanpa makna.

Kijang yang telah berhasil mencuri hati keluarga meninggalkan jejak kesuksesan yang ternyata diikuti oleh mereka yang datang belakangan. Kijang pun akhinya tak melaju sendirian.

Dalam konteks inilah, HUT ke-30 Kijang digelar untuk mempertahankan pamor agar tak redup digerogoti lawan.

Banyak pesaing yang muncul di pasar mobil domestik untuk menantang Kijang. Yang terhangat dan sedang jadi bahan pembicaraan adalah Nissan Grand Livina. Jauh sebelum kelahirannya, sejumlah kalangan menjulukinya sebagai ‘Kijang killer’ yang diperkirakan mampu memalingkan masyarakat dari Kijang.

Pada saat yang sama, makin banyak bermunculan model-model kendaraan yang mengusung fungsi sejenis dengan Kijang sebagai sebuah kendaran multiguna dengan kapasitas penumpang tujuh orang, mulai yang harganya hampir sama hingga model kendaraan yang dibanderol dengan harga lebih murah. Sebut saja seperti Suzuki APV, Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza.

Seiring dengan perbaikan dan penyempurnaan teknologinya, harga jual mobil Kijang baru selalu naik. Tak sedikit pecinta Kijang yang baru bisa bermimpi mengganti Kijang lamanya dengan Kijang yang lebih muda usia.

Ini menunjukkan adanya ketimpangan kenaikan daya beli masyarakat dengan kemajuan tekonologi dan laju inflasi yang mendorong harga mobil baru merangkak ke arah yang kian tinggi.

Pada tahun pertama kelahiran Kijang Innova pada 2004-yang harganya lebih mahal dibandingkan Kijang kapsul-penjualan Kijang generasi kelima ini sempat turun 14,2% dari 74.258 unit menjadi hanya 63.710 unit.

Penjualannya sempat melonjak 30,2% saat pasar otomotif booming pada 2005 meskipun akhirnya harus kembali rontok 53% pada tahun lalu menjadi hanya 38.992 unit.

Toyota boleh saja beralasan kondisi pasar mobil tahun lalu sedang buruk. Mobil murah atau mobil baru lainnya yang muncul sesudah Kijang dapat saja dianggap beda kelas dan segmen.

Pabrikan mobil nomor satu ini berhak percaya diri dengan jaringan purnajualnya yang demikian luas. Tapi, sesunggunya Kijang kini tak lagi sendirian.

Dan sebuah kegundahan pun tebersit dari sela-sela kemeriahan pesta di usia ke-30.

Akankah Kijang akan tetap lekat dan berada di hati ayah, ibu, kakek, nenek, teteh dan keluarga Indonesia?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: